Selasa, 22 Mei 2012

Langit Kemerahan

Ini yang sudah nendang-nendang perut sejak beberapa bulan yang lalu. Yang sudah dirayakan kehadirannya sebelum dia melihat bumi. Manusia kecil yang hadir merdeka dan memilih saya dan Damar sebagai orang tua. Yang lutut atau sikutnya sudah bisa saya raba, yang saya cinta.

Seseorang yang begitu kuat hingga membuat saya dan Damar kuat. Yang membuat saya, untuk sekalinya, berarti untuk manusia lain. Sudah memberinya tempat meringkuk sembilan bulan, lalu bahu-membahu dengannya agar dia melihat dunia.  Lalu, kami saling menatap. Gadis kecil yang cantik.

Sekarang, kamu adalah dirimu sendiri.
Setiap udara yang kau hirup adalah milikmu.


Aruna Nyala Trasti.
Langit kemerahan di saat fajar yang menyala dan terpercaya.






27 April 2012, 03.10 WIB.

Selasa, 10 April 2012

Sudah Setahun

Kamu sedang mengerjakan setumpuk laporan, sedang aku memilah-milah baju bayi di meja setrikaan. Begitulah setahun ini kita rayakan dengan pesta pora bersiap menyambut seorang manusia kecil yang katamu sudah digariskan bertahun cahaya, tempat kita berbagi kode genetika. 

Mungkin perayaan bukanlah kata yang tepat, karena setahun ini aku bingung membedakan mana yang istimewa jika memelukmu mencium bau cologne yang beroksidasi dengan keringat, dan panasnya jalanan Jakarta menghasilkan satu rumus kimia yang menggerakkan hormon kebahagiaan. Memaksamu menjaga berat badan tentu saja tidak konsisten dengan kesenangan tiap semua masakanku tandas kau makan.

Cinta tidak membuatku menerimamu apa adanya, begitupun kau. Karenanya akan selalu ada protes karena aku terbiasa tak mau menutup tempat garam di dapur setelah menggunakannya. Akan selalu ada aku yang memaksamu untuk membedakan baju rumahan dan baju jalan-jalan. Cinta ini juga tidak membebaskan. Ada banyak hal yang harus tetap berada di dalam jalur agar perasaan yang dibawa endorfin itu bisa menjejak tanah sehingga hidup bisa dihidupi.

Kita sepakat, pernikahan bukan hanya sebuah adu komitmen. Cinta itu perlu. Cinta yang yang tidak mengenal konsep. Cinta klise yang memiliki formula sama seperti cinta ABG yang menghabiskan malam mingguan di dalam Premiere XXI maupun cinta Joni dan Susi yang cukup bertukar rindu dipisahkan pagar tinggi rumah majikan Susi.

Kamu tetap setangkup Roti Srikaya buatku. Kuharap aku buatmu, tetap seorang gadis bertawa renyah, temanmu menertawakan hidup dan berbagi kopi sampai dini hari.

April 9th, 2012



(Tulisan ini dibuat untuk 'membalas' tulisan ini)

Selasa, 20 Maret 2012

20 Maret 2012

 
Tahun ini, selamat ulang tahun diucapkan beberapa waktu sebelum Subuh, karena terbangun oleh ketukan pintu di rumah tetangga. Dengan pelukan dan ciuman istri yang sedang hamil delapan bulan. Lalu dilanjutkan dengan awal pagi yang meniup lilin di atas tumpukan Dunkin Donuts tepat setelah kamu keluar dari kamar mandi.

You couldn't ask for more, baby! Even for a little gift! You could not! ;)

Selamat 27 Tahun, teman sekamar...
Best Friend.
Partner in Crime.
Husband.
I love you more than the fact that you are growing OLD! With me!


Kamis, 15 Maret 2012

Berani

Saya selalu kagum dengan pemberani, karena saya bukan. Saya berani karena kepepet, terpaksa harus memintal benang agar menjadi kain, setelah hampir semua baju yang yang punyai hilang. Saya berani juga karena support system yang begitu kuat di kanan kiri, ada banyak yang akan menarik tubuh saya dengan kuat jika sewaktu-waktu jalan yang dipilih menuju ke jurang. 

Pemberani tidak begitu. Mereka melawan keadaan, membalikkan slope kurva kehidupan, lalu membuat formula sendiri untuk mengoptimalkan keuntungan. Berdaya. Berani.

Dalam hubungan dengan manusia, saya tidak pernah punya banyak teman dekat. Saya pemilih ulung yang ada masanya kesepian karena sudah terlanjur membuat plot dan tema, teman mana yang akan enjoy pergi nonton Teater, teman mana yang asyik di kantor saja, teman mana yang lucu buat having fun, dan teman mana yang bisa diajak dugem, nangis-nangisan, sampai berdiam diri di Masjid Sunda Kelapa, suatu sore menjelang buka puasa. Saya takut dikhianati. Saya takut ditinggalkan. Saya takut menyakiti.

Belum lagi soal pacar. Saya pernah merasa punya pemikiran yang selaras dengan seseorang. Kami sangat dekat dan dengan cara yang aneh merasakan kecocokan yang menyenangkan. Dan saya tidak akan pernah membawa hubungan itu kemanapun 'hanya' karena dia dan saya berbeda agama. Alasan yang biasa memang, tapi saya tidak akan berani mempertaruhkan perasaan patah hati pada sebuah fakta yang sejak awal sudah diketahui. Sedang untuk memberanikan diri sumpah darah dengan diri sendiri untuk tidak akan patah hati, seperti sudah diduga, saya tidak berani.

Lalu saya menikah.

Hal yang pertama selalu terlintas adalah, oh, saya bisa seberani ini ternyata. Tentu dengan sedikit mengabaikan lusinan ketakutan tentang hidup-bersama-selama-lamanya-dengan-satu-orang-yang-sama. Tentang ini, sudah sampai bosan saya ceritakan. Skip.

Lalu sekarang saya hamil.

Anak ini adalah komitmen yang jauh lebih besar daripada 'sekedar' pernikahan. Anak ini akan begitu cinta-memuja-tergantung kepada saya, seperti saya kepada mamah, atau seperti Roti Srikaya yang mengagumi Bapak sampai ke hal terkecil seperti ceritanya pada saya dengan sorot mata bangga, tentang mural yang digambar Bapak di dinding kamar mandi, saat dia kecil.

Tidak akan ada 'break', pisah ranjang, atau bahkan perceraian dengan a life-time-commitment ini. Dia yang akan selalu menjadi bagian diri saya, bagian tak terpisahkan dari setiap langkah yang akan saya catatkan selama hidup.

Saya takut gagal. 

Saya takut, seperti jutaan manusia di seluruh dunia. 

Anehnya, di saat yang sama, saya belum pernah merasakan keberanian yang begitu besar seperti sekarang. Saya belum pernah tidak takut sakit atau luka, selain saat ini. Karena saya tahu, paling tidak sekali ini, dalam hidup saya akan ber-ARTI untuk manusia lainnya. 

Lalu, hal-hal lainnya jadi biasa saja.

 
 
 

Jumat, 09 Maret 2012

Kony

Video ini cukup panjang. 30 menit. Tapi sangat patut buat dilihat, agar paling tidak jadi tahu siapa "Kony". Karena dia berada di urutan pertama pelaku kriminal di seluruh dunia versi International Criminal Court. Karena dia menculik anak laki-laku untuk dijadikan army-nya, memaksa mereka membunuh orang tuanya sendiri, lalu menculik anak perempuan untuk dijadikan budak seks. Dan itu sudah berlangsung selama 20 tahun, dengan korban yang tidak hanya ratusan tetapi puluhan ribu orang. Ajaibnya, dia invisible. Kejahatannya seperti tidak menjadi keprihatinan internasional.

Banyak hal menyedihkan yang terjadi di negara kita, memang. Tapi kalau kita mengetahui bahkan mengakses banyak informasi tentang Saddam Hussein atau Hitler, lalu diam-diam mengutuk mereka dalam hati, Kony semestinya juga menjadi musuh bersama semua makhluk di seluruh dunia.